Membangun Tim Solid dengan Alat Asesmen yang Tepat
Oleh: Jaime Faulkner / Peneliti TTSI
Catatan dari Mike: Berhasil atau gagalnya sebuah organisasi sangat tergantung pada kekuatan timnya. Kekuatan yang dibangun di atas fondasi kepercayaan, komunikasi, nilai-nilai bersama, dan kepemimpinan tim. Mari kita simak pandangan Jaime tentang bagaimana berbagai asesmen dan profil TTISI dapat memperkuat fondasi ini, untuk memaksimalkan motivasi setiap anggota tim agar mau terlibat dan berkolaborasi, menciptakan budaya tim di mana semua orang diuntungkan ketika tim berhasil. ELAvate dan para pelanggannya telah menggunakan alat dan profil TTISI sejak tahun 1997 untuk mendorong kepemimpinan yang sehat bersama tim yang terlibat aktif.
Sebanyak 93% eksekutif menyatakan bahwa tim sebenarnya bisa mencapai hasil yang sama dalam waktu setengah kali lebih cepat jika kolaborasi berjalan lebih efektif. Di sisi lain, 37% karyawan memilih mengundurkan diri karena rendahnya keterlibatan dan budaya kerja yang beracun (toxic).
Ada alasan di balik kesenjangan ini: pembentukan tim yang buruk. Ketika para pemimpin lebih peka terhadap pola kerja, keterampilan, dan motivasi karyawan mereka, mereka bisa lebih mudah menyelaraskan tanggung jawab pekerjaan dengan kekuatan anggota tim, menyelaraskan tim dengan pemahaman yang tepat agar benar-benar terlibat dengan pekerjaan mereka, dan membangun budaya yang berarti dan bertahan lama.
Hanya mengandalkan CV, wawancara, atau firasat bisa berarti melewatkan pemahaman yang lebih mendalam. Di sinilah Anda butuh alat yang tepat. Ketika organisasi memahami gambaran utuh tentang diri seseorang, mereka bisa membangun tim yang lebih produktif, kolaboratif, dan tangguh. TTISI telah mengembangkan alat dan asesmen untuk meningkatkan kesuksesan pemimpin tim dalam membangun tim yang fungsional dan berhasil. Mari kita lihat "Kerangka Lima Ilmu Pengetahuan" mereka.
Kerangka Lima Ilmu Pengetahuan
Pemahaman mendalam itu datang dari alat asesmen yang menggunakan pendekatan multi-ilmu. Dengan menggunakan berbagai asesmen secara bersamaan, Anda bisa memperkuat tim melalui pemahaman multi-dimensi tentang kekuatan dan kebutuhan mereka di tempat kerja.
TTI Success Insights bekerja dengan Lima Ilmu Pengetahuan ini:
Perilaku & Komunikasi (DISC)
Motivator (Driving Forces)
Kecerdasan Emosional (EQ)
Kompetensi (DNA)
Ketajaman Berpikir (ACI)
1.0 Memahami DISC (Perilaku & Komunikasi)
DISC adalah salah satu asesmen paling populer di dunia karena suatu alasan: asesmen ini mengungkap perilaku yang terlihat, gaya komunikasi, preferensi gaya bekerja, dan masih banyak lagi.
DISC membantu tim Anda memahami preferensi satu sama lain terkait kecepatan bekerja, cara berkomunikasi, cara mengambil keputusan, dan cara menyelesaikan konflik. DISC juga memberikan contoh bagaimana setiap gaya perilaku muncul saat sedang tertekan atau stres, sehingga tim bisa saling memahami kebutuhan masing-masing saat pekerjaan terasa sulit.
Gunakan DISC sebagai alat pembangun tim untuk:
Meningkatkan komunikasi. Alih-alih melangkah tanpa arah dalam percakapan, tim Anda bisa memprofil DISC satu sama lain untuk menemukan cara terbaik berbagi informasi.
Mendukung kolaborasi. DISC menciptakan bahasa dan kosakata yang sama bagi tim dan organisasi. Daripada terjebak oleh perbedaan atau teralihkan oleh kesamaan, Anda bisa memanfaatkan DISC untuk mengubah kelemahan menjadi peluang agar bisa bekerja sama dengan lebih baik.
Mengurangi konflik. DISC menyediakan peta jalan untuk menyelesaikan konflik. Asesmen ini mengungkap pola perilaku yang mungkin tidak Anda (atau rekan kerja) sadari, tetapi pasti memengaruhi interaksi, terutama saat suasana sedang tegang.
2.0 Memahami Driving Forces (Motivator)
Asesmen 12 Driving Forces® dari TTI mengungkap 'alasan' di balik perilaku seseorang. Hal ini sangat membantu di tempat kerja untuk memahami keterlibatan, retensi, dan kinerja karyawan.
Motivator menjelaskan mengapa orang-orang terlibat dengan pekerjaan mereka. 12 Driving Forces melihat kedua sisi dari enam kategori motivator: Pengetahuan, Kegunaan, Lingkungan, Orang Lain, Kekuasaan, dan Metodologi.
Gunakan 12 Driving Forces sebagai alat pembangun tim untuk:
Menyesuaikan pekerjaan dengan pendorong internal karyawan. Ciptakan peluang alami dengan menyesuaikan peran mereka dengan apa yang memotivasi mereka. Penyesuaian ini bisa meningkatkan produktivitas, akurasi, dan kualitas hasil kerja.
Meningkatkan keterlibatan dan kepuasan kerja karyawan. Ketika Anda mempertimbangkan motivasi dan hasrat karyawan dalam peran dan tanggung jawab pekerjaan mereka, hal itu membuat mereka merasa diperhatikan dan dipahami di tempat kerja. Karyawan yang merasa diperhatikan memiliki kemungkinan 92% lebih besar untuk merasa terlibat dalam pekerjaan mereka!
Mencegah kelelahan (burnout) yang disebabkan oleh ketidaksesuaian motivasi. Kelelahan semakin umum terjadi di tempat kerja, tetapi Anda bisa menghentikannya sebelum mulai dengan mempertimbangkan apa yang benar-benar dibutuhkan karyawan Anda dan memastikan mereka mendapatkannya!
3.0 Memahami EQ (Kecerdasan Emosional)
Asesmen EQ dari TTI mengukur bagaimana individu mengenali, memahami, dan mengelola emosi mereka sendiri dan orang lain. Asesmen ini meneliti lima area kunci yang terkait dengan hubungan intrapersonal dan interpersonal:
Kesadaran Diri: Kemampuan untuk mengenali dan memahami suasana hati, emosi, dan dorongan diri sendiri, serta pengaruhnya terhadap orang lain.
Pengaturan Diri: Kemampuan untuk mengendalikan atau mengalihkan dorongan dan suasana hati yang mengganggu, serta kemampuan untuk menunda penilaian dan berpikir sebelum bertindak.
Motivasi: Dorongan atau kecenderungan internal untuk mengejar tujuan dengan energi dan kegigihan.
Kesadaran Sosial: Kemampuan untuk memahami susunan emosi orang lain dan bagaimana kata-kata serta tindakan Anda memengaruhi orang lain.
Pengaturan Sosial: Kemampuan untuk memengaruhi kejelasan emosi orang lain melalui kemahiran dalam mengelola hubungan dan membangun jaringan.
Gunakan EQ (Kecerdasan Emosional) sebagai alat pembangun tim untuk:
Membangun kepercayaan yang lebih kuat antar individu, tim, dan seluruh organisasi Anda. EQ membantu anggota tim mengembangkan kesadaran dan empati yang lebih besar. Pendekatan yang penuh perhatian ini mendorong komunikasi yang autentik dan penuh rasa hormat di semua tingkat tim. Semua faktor positif ini membangun kepercayaan, yang sangat penting untuk kolaborasi yang kuat dan dinamika tim yang sehat.
Mendorong penyelesaian konflik yang lebih sehat. Meskipun konflik tidak dapat dihindari dalam tim mana pun, kecerdasan emosional membantu orang-orang menavigasi perbedaan pendapat secara konstruktif. Dengan meningkatkan kesadaran dan pengaturan emosi, anggota tim dapat menghadapi percakapan sulit dengan lebih sabar, berpikiran terbuka, dan profesional.
Mengembangkan pemimpin yang lebih efektif. Pemimpin dengan kecerdasan emosional yang kuat lebih siap untuk memotivasi, membimbing, dan mendukung tim mereka. Dengan memperkuat keterampilan seperti empati, pengaturan emosi, dan kesadaran sosial, pengembangan EQ membantu pemimpin merespons tantangan secara bijaksana, membimbing tim melewati perubahan, dan menciptakan lingkungan di mana orang dapat tampil maksimal.
4.0 Memahami DNA (Kompetensi)
Asesmen DNA™ (Kompetensi) dari TTISI mengungkap keterampilan yang diandalkan orang untuk bekerja secara efektif. Hal ini sangat membantu di tempat kerja saat mengevaluasi kinerja, peluang pengembangan, dan kesesuaian peran.
Kompetensi menjelaskan bagaimana orang menerapkan keterampilan mereka untuk memecahkan masalah, berkomunikasi, dan mencapai hasil di tempat kerja. DNA mengukur 25 kompetensi profesional yang dikelompokkan ke dalam hubungan, pemikiran, dan pekerjaan. Keterampilan ini memengaruhi bagaimana individu memimpin, berkolaborasi, mengelola prioritas, dan menjalankan tanggung jawab dalam situasi nyata.
Gunakan DNA (Kompetensi) sebagai alat pembangun tim untuk:
Menyesuaikan tanggung jawab dengan kekuatan alami. Ciptakan peluang bagi individu untuk menggunakan kompetensi di mana mereka secara alami unggul. Ketika anggota tim dapat menerapkan keterampilan terkuat mereka pada tanggung jawab sehari-hari, organisasi sering kali melihat peningkatan produktivitas, kualitas kerja, dan efektivitas secara keseluruhan.
Memperkuat akuntabilitas dan kejelasan peran. DNA membantu memperjelas keterampilan yang dibutuhkan untuk sukses dalam setiap peran. Ketika anggota tim memahami kompetensi mereka sendiri maupun kompetensi orang lain, ekspektasi menjadi lebih jelas, tanggung jawab terdistribusi dengan lebih baik, dan tim beroperasi dengan akuntabilitas yang lebih besar.
Mempercepat pengembangan tim. Dengan mengidentifikasi kekuatan bersama dan peluang pengembangan, pemimpin dapat merancang pelatihan dan pembinaan yang tepat sasaran untuk tim. Pengembangan yang disengaja ini membantu tim meningkatkan kemampuan mereka lebih cepat dan tampil di tingkat yang lebih tinggi secara bersama-sama.
5.0 Memahami ACI (Acumen/Ketajaman Berpikir)
Asesmen ACI™ (Indeks Kapasitas Ketajaman Berpikir) dari TTI mengungkap cara orang berpikir, membuat keputusan, dan menerapkan penilaian dalam situasi dunia nyata. Pemahaman ini sangat berharga di tempat kerja saat mengevaluasi potensi kepemimpinan, efektivitas pengambilan keputusan, dan kemampuan pemecahan masalah.
Ketajaman menjelaskan bagaimana orang memproses informasi dan mengevaluasi situasi. ACI mengukur tiga area inti dari penilaian terapan: Kesadaran Diri, Kesadaran akan Orang Lain, dan Kesadaran akan Lingkungan. Secara bersama-sama, dimensi ini mengungkap bagaimana individu menafsirkan situasi, merespons tantangan, dan membuat keputusan praktis.
Gunakan ACI sebagai alat pembangun tim untuk:
Mendorong pemikiran strategis yang lebih baik. ACI membantu tim memahami bagaimana individu mengevaluasi situasi dan menafsirkan lingkungan di sekitar mereka. Ketika tim mengembangkan kesadaran lingkungan yang lebih kuat, mereka menjadi lebih mampu berpikir strategis, mengantisipasi tantangan, dan mengidentifikasi peluang sebelum muncul.
Mengembangkan penilaian yang lebih kuat di bawah tekanan. Situasi bertekanan tinggi membutuhkan pemikiran jernih dan penilaian yang sehat. Dengan memperkuat kesadaran diri dan kesadaran akan orang lain, ACI membantu individu berhenti sejenak, mengevaluasi situasi dengan lebih efektif, dan membuat keputusan yang lebih baik bahkan ketika risikonya tinggi.
Meningkatkan pemecahan masalah di seluruh tim. Perspektif yang berbeda menghasilkan solusi yang lebih kuat. ACI mengungkap bagaimana orang memproses masalah dan menilai kemungkinan hasil, membantu tim menggabungkan wawasan mereka, mengevaluasi opsi secara lebih menyeluruh, dan mencapai keputusan yang lebih baik bersama-sama.
Membangun dan Memimpin Tim yang Benar-Benar Efektif
Menggunakan Kerangka Lima Ilmu membantu tim melampaui pemahaman tingkat permukaan untuk melihat gambaran utuh tentang bagaimana cara orang-orang berpikir, berkomunikasi, berkinerja, dan berkolaborasi. Pemahaman holistik ini mengubah pembentukan tim dari sekadar tebakan menjadi keunggulan strategis.
Ketika orang merasa selaras dengan pekerjaan mereka dan terhubung dengan rekan setim, kolaborasi menjadi hal yang alami. Gunakan alat yang tepat untuk menciptakan tempat kerja di mana manusia dan kinerja sama-sama berkembang.
Siap mencoba alat TTISI untuk organisasi Anda? Hubungi ELAvate untuk diskusi tanpa kewajiban tentang bagaimana menggunakan "Kerangka Lima Ilmu Pengetahuan" mereka dapat meningkatkan kepemimpinan, kerja sama tim, dan keterlibatan karyawan di organisasi Anda. ELAvate telah menggunakan profil dan alat TTISI di seluruh Asia selama 29 tahun untuk menciptakan, memimpin, dan mengembangkan tim serta individu di seluruh kawasan Asia Pasifik, baik untuk pelanggan mereka maupun untuk para pemimpin ELAvate sendiri!
Hubungi Mike di michael.griffin@elavateglobal.com untuk informasi lebih lanjut!

