Saat Strategi Perlu Disesuaikan atau Diubah
Disusun oleh Michael J. Griffin
Daripada kembali mengulang ungkapan klise bahwa "dunia terus berubah", saya lebih suka menggunakan analogi berlayar. Seorang nakhoda kapal layar tidak pernah memaksa angin mengikuti keinginannya. Ia justru mempelajari arah angin, lalu menyesuaikan layar agar kapal tetap melaju menuju tujuan.
Begitu pula dalam dunia bisnis. Selama lebih dari tiga dekade membantu organisasi merancang maupun mengubah strategi, saya menemukan bahwa banyak pelajaran terbaik tentang kepemimpinan strategis justru dapat dipahami melalui filosofi berlayar.
"Seorang kapten kapal layar tidak melawan angin—ia memahaminya. Pemimpin yang bijaksana tidak menolak perubahan yang sedang membentuk industrinya, tetapi menyesuaikan arah agar hambatan berubah menjadi momentum untuk maju."
"Strategi tidak pernah berjalan dalam satu garis lurus. Seperti kapal yang harus berlayar melawan arah angin, organisasi terbaik mencapai tujuannya melalui serangkaian manuver yang terencana. Setiap perubahan arah adalah keputusan yang disengaja, bukan tanda kebingungan.""Kapten yang mengunci kemudi pada satu posisi lalu meninggalkan anjungan akan berakhir menghantam karang. Memimpin perubahan strategi berarti tetap berada di dek bersama tim, memegang kemudi, membaca kondisi laut di depan sekaligus memperhatikan langit di atas."
"Visi adalah pelabuhan tujuan. Strategi adalah rute yang ditempuh. Pasar adalah angin yang terus berubah. Menyesuaikan layar dan mengoreksi arah kemudi menjaga kapal tetap berada di jalurnya. Pemimpin hebat memahami mana yang dapat mereka kendalikan, lalu memusatkan energi pada hal-hal tersebut."
"Organisasi yang menolak menyesuaikan strategi ketika kondisi berubah bukan sedang menunjukkan keteguhan prinsip, melainkan seperti kapal yang tetap memasang layar pada posisi yang sama di tengah badai yang berputar. Prinsip adalah lunas yang menjaga kapal tetap tegak, sedangkan fleksibilitas adalah layar yang membuatnya terus bergerak."
"Awak kapal yang panik menghadapi setiap hembusan angin akan kelelahan sebelum mencapai lautan lepas. Sebaliknya, awak yang tidak pernah mempertanyakan arah pelayaran bisa saja berlayar dengan percaya diri menuju tempat yang salah. Kepemimpinan strategis berada di titik keseimbangan antara dua kesalahan tersebut."
Kita semua tentu mengenal kisah kapal pesiar Titanic. Saya rasa tidak perlu menjelaskan lebih jauh. Pelajarannya sudah sangat jelas.
Selama lebih dari 30 tahun sebagai entrepreneur sekaligus konsultan strategi, saya membangun pendekatan saya berdasarkan karya para pemikir dunia yang telah teruji oleh waktu. Kita tidak perlu menemukan kembali roda yang sudah ada. Belajarlah dari mereka yang telah membuktikan keberhasilannya.
1. The Strategy-Focused Organization – Dr. Robert Kaplan & Dr. David Norton
Buku ini menjelaskan bahwa menjalankan strategi jauh lebih sulit daripada merumuskannya.
Melalui kerangka kerja Balanced Scorecard, Kaplan dan Norton memperkenalkan konsep Strategy Map, sebuah alat untuk menerjemahkan strategi menjadi tindakan nyata.
Mereka mengidentifikasi lima prinsip utama yang membedakan organisasi berkinerja tinggi:
Mendorong perubahan melalui kepemimpinan.
Menerjemahkan strategi ke dalam aktivitas operasional.
Menyelaraskan seluruh organisasi dengan strategi.
Menjadikan strategi sebagai tanggung jawab setiap orang.
Mengelola strategi sebagai proses berkelanjutan, bukan proyek sekali jadi.
Setelah buku ini, mereka juga menerbitkan sejumlah karya lanjutan yang layak dipelajari.
Menariknya, pendekatan ini tidak hanya relevan bagi perusahaan, tetapi juga organisasi nirlaba bahkan untuk merancang strategi kehidupan pribadi.
Saya sendiri berkesempatan mengikuti pelatihan langsung dari Dr. David Norton. Beliau adalah pribadi yang sangat rendah hati, dan pengalaman tersebut semakin memperkuat keyakinan saya terhadap efektivitas pendekatan Strategy Mapping. Hingga hari ini, metode tersebut tetap menjadi fondasi utama dalam praktik konsultasi saya.
2. Verne Harnish – Scaling Up
Saya telah mengikuti program Scaling Up yang dipandu Verne Harnish sebanyak dua kali. Selain sangat inspiratif, pendekatan ini juga praktis untuk diterapkan.
Dalam metodologinya, Verne menjelaskan bahwa perusahaan yang ingin bertumbuh harus mampu mengambil keputusan yang tepat pada empat aspek utama:
People (Orang)
Strategy (Strategi)
Execution (Eksekusi)
Cash (Arus Kas)
Dari sisi strategi, ia menekankan pentingnya:
Menentukan Core Customer yang paling tepat.
Merumuskan Brand Promise yang kuat.
Menyusun One-Page Strategic Plan.
Dokumen satu halaman tersebut mencakup berbagai elemen penting, seperti:
Core Values
Purpose
BHAG (Big Hairy Audacious Goal)
Prioritas tahunan
Target kuartalan (Quarterly Rocks)
Dengan pendekatan ini, seluruh organisasi—mulai dari tim kepemimpinan hingga karyawan di lini terdepan—dapat bergerak menuju arah yang sama.
Beberapa alat seperti Rockefeller Habits Checklist, FACE Chart, dan One-Page Strategic Plan juga sangat membantu pertumbuhan dan perkembangan ELAvate.
3. Gartner – One-Page Strategy
Gartner juga memperkenalkan pendekatan strategi dalam satu halaman.
Tujuannya sederhana: membuat strategi menjadi mudah dipahami dan mudah dikomunikasikan kepada seluruh pemangku kepentingan.
Peta strategi ini menghubungkan tujuan organisasi melalui empat perspektif utama:
Keuangan
Pelanggan
Proses Internal
Pembelajaran dan Pertumbuhan
Hubungan sebab-akibat antar sasaran divisualisasikan secara sederhana sehingga semua orang memahami bagaimana setiap aktivitas berkontribusi terhadap tujuan organisasi.
Saat ini Gartner juga memiliki video pembelajaran berdurasi sekitar satu jam yang membahas pendekatan ini secara lebih mendalam (klik disini)
4. Harvard Business Review – Strategi Saat Jalan ke Depan Belum Jelas
Harvard Business Review baru-baru ini menerbitkan ringkasan menarik berjudul:
"Our Favorite Management Tips on Setting Strategy When the Path Is Unclear."
Karena hak cipta, saya tidak dapat mempublikasikan ulang isi artikel tersebut.
Namun saya sangat merekomendasikan Anda membacanya secara langsung. Artikel tersebut berisi berbagai wawasan, tips, dan pendekatan praktis yang sangat berguna untuk membantu organisasi menyesuaikan strategi ketika menghadapi perubahan yang tidak menentu.
Layaknya seorang nakhoda yang harus terus mengatur layar dan kemudi mengikuti arah angin, organisasi pun perlu memiliki kemampuan untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan tujuan akhirnya.
5. John Maxwell – Memimpin Sisi Manusia dari Sebuah Strategi
John Maxwell selalu mengingatkan bahwa:
"Harapan bukanlah sebuah strategi."
Sebuah visi hanya akan menjadi kenyataan apabila didukung oleh sistem yang tepat, tindakan yang konsisten, dan perencanaan yang disengaja.
Dalam buku The 15 Invaluable Laws of Growth, Maxwell menjelaskan pentingnya membangun strategi dan sistem yang mampu mendorong pertumbuhan, bukan sekadar berharap semuanya berjalan dengan sendirinya.
Para penulis yang saya bahas sebelumnya memberikan kerangka strategis yang sangat kuat dari sisi organisasi. Namun menurut saya, strategi tersebut akan jauh lebih efektif jika dipadukan dengan prinsip-prinsip kepemimpinan dan kerja sama tim yang diajarkan Maxwell.
Sebab pada akhirnya, keberhasilan implementasi strategi sangat bergantung pada dukungan orang-orang yang menjalankannya.
Maxwell pernah mengatakan:
"Pemimpin menyentuh hati terlebih dahulu sebelum meminta orang lain mengulurkan tangan."
Kalimat ini sangat relevan ketika Anda sedang mengimplementasikan perubahan strategi di organisasi.
Sebelum meminta komitmen dari karyawan terhadap arah baru perusahaan, saya sangat menyarankan Anda membaca beberapa karya terbaik John Maxwell, antara lain:
The 21 Irrefutable Laws of Leadership
The 17 Indisputable Laws of Teamwork
Put Your Dream to the Test
The Five Levels of Leadership
Prinsip-prinsip tersebut akan membantu mengubah strategi yang hanya tertulis di atas kertas menjadi hasil nyata melalui keterlibatan seluruh tim.
Penutup
Selama lebih dari 30 tahun, saya telah membantu berbagai organisasi—baik perusahaan maupun organisasi nirlaba—dalam merancang, menyempurnakan, maupun mengubah strategi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Jika organisasi Anda sedang menghadapi perubahan, ingin menyusun arah baru, atau sekadar ingin memastikan strategi yang ada masih tepat sasaran, saya dengan senang hati membuka ruang diskusi tanpa komitmen.
Mari berbincang bersama tentang bagaimana organisasi Anda dapat terus berlayar dengan mantap menghadapi perubahan, sekaligus memanfaatkan setiap hembusan "angin" sebagai peluang untuk mencapai tujuan yang lebih besar.
Michael J Griffin
CEO and Founder of ELAvate
Strategy Change Consultant
Maxwell Leadership Founding Coach
michael.griffin@elavateglobal.com
+65-91194008 (WhatsApp)

